Arsip Kategori: AC Milan

Finish, AC Milan berada di peringkat 3 musim ini

Selesai sudah perjuangan AC Milan di musim 2008/2009. Tim ini hanya bisa menduduki peringkat 3, padahal sebelumnya mereka sempat bertengger di posisi 2 klasemen sementara. Tapi karena 3 pertandingan terakhir yang tidak dapat diraih dengan poin sempurna mengharuskan AC Milan berada di posisi 3 klasemen akhir Serie A, dengan nilai poin 74 sama dengan poin yang diperoleh oleh peraih peringkat 2 klasemen akhir Juventus, dikarenakan AC Milan kalah head to head. Maka dengan hasil akhir ini Inter Milan, Juventus, dan AC Milan berhak langsung otomatis ke fase babak utama Liga Champions musim depan. Sedangkan untuk Fiorentina yang berada di peringkat empat harus melalui babak play off terlebih dahulu untuk masuk ke babak utama Liga Champions Eropa.

Lanjutkan membaca Finish, AC Milan berada di peringkat 3 musim ini

Milan tertahan di San Siro

Pada laga ke-35 Serie A, akhirnya rekor kemenangan berturut-turut AC Milan terhenti di kandang sendiri, San Siro. Pada pertandingan dini hari tadi (11 Mei 2009) AC Milan ditahan imbang oleh musuh abadinya Juventus. Pada babak pertama AC milan dan Juventus saling melakukan serangan secara bergantian, tetapi sayangnya tidak ada satupun gol yag tercipta hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, kedua tim masih menunjukkan serangan-serangan yang mematikan, dan gol baru tercipta pada menit ke-56 yang dicetak oleh Clarence Seedorf, namun 4 menit kemudian keunggulan Milan digagalkan oleh Vincenzo Iaquinta.

Dengan hasil ini AC Milan tetap berada di posisi kedua dengan 71 poin, sedangkan di peringkat 3 juga masih diduduki oleh Juventus dengan poin 67 yang masih dibayang-bayangi oleh Fiorentina di peringkat 4 dengan 64 poin.

AC Milan meraih kemenangan lagi

Pada laga ke -34 lanjutan Serie A, AC Milan meraih kemenangan ke-5 nya secara beruntun, setelah mereka mengalahkan tim Catania dengan skor 2-0 yang bermain di kandang Catania. Dua gol tersebut dicetak masing-masing oleh Filippo Inzaghi pada menit ke-27 (setelah menerima umpan matang dari Kaka) dan Riccardo Kaka pada menit ke-52 (setelah menerima umpan dari Beckham ketika terjadi kemelut di dwpan gawang Catania). Pada pertandingan babak pertama AC Milan seringkali kerepotan saat menerima serangan balik karena kondisi cuacanya yang sedang hujan hingga lapangan menjadi licin, ditambah serangan dari pemain seperti Mascara dan Morimoto yang bermain sangat agresif, tetapi untungnya serangan mereka dapat terhenti oleh Nelson Dida. Dan di babak kedua permainan AC Milan sudah mulai rapi, sayangnya mereka hanya bisa menambah satyu gol saja.

Dengan hasil ini AC Milan memantapkan posisinya di peringkat 2 klasemen sementara Serie A, dengan raihan poin 70. Di bawah Inter dengan jarak 7 poin dan berada 4 poin di atas Juventus di peringkt 3. Akan tetapi, di 4 laga sisa AC milan akan melakoni pertandingan keras diantaranya Juventus, Udinese, fiorentina, dan AS Roma. Mampukah AC milan mempertahankan posisinya.

AC Milan sukses melibas Palermo

AC Milan kembali sukses mengalahkan lawannya pada laga lanjutan Serie A giornata ke-33 dengan angka meyakinkan 3-0 saat melawan Palermo. Pada babak pertama AC Milan langsung berinisiatif mengambil serangan, namun karena rapatnya pertahanan Palermo banyak serangan yang gagal menembus gawang marco Ameli (kiper Palermo).

Tetapi akhirnya gol tercipta juga melalui tendangan penalti yang diambil oleh Ricardo Kaka, kemudian dilanjutkan melalui gol Filippo Inzaghi setelah menerima umpan matang dari Massimo Ambrosini, sehingga kedudukan menjadi 2-0 dengan keunggulan sementara dipegang oleh AC Milan hingga turun minum.

Pada babak kedua menit ke-57, Kaka mencetak gol kembali, kali ini juga melalui sepakan penalti setelah Kaka dilanggar ketika ingin melewati salah satu pemain Palermo. Hasil akhir tetap dengan keunggulan 3-0 dipegang oleh AC Milan.

Pada pertandingan kali ini, Flamini lagi-lagi diplot sebagai bek kanan dan ia melakoninya dengan sangat baik, walaupun ia sempat menerima kartu kuning setelah ia terpeleset lalu melanggar pemain Palermo. Hal itu dikarenakan lapangan yang licin dan buruk. Tetapi yang saya salutkan adalah pertahanan AC Milan, mereka dalam beberapa pekan selalu bermain dengan bagus, hal ini terbukti dengan minimnya gol yang kebobolan dalam beberapa pekan terakhir. Ditambah dengan rapihnya lini tengah Milan yang membuat striker yang bermain dengan leluasa menyerang.

Emerson meninggalkan Milan

Belum genap dua tahun bermain bersama tim asal Italia, AC Milan, pemain gaek asal Brasil ini telah memutuskan kontraknya bersama tim Rossoneri. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri secara sepihak, padahal kontrak aslinya bersama AC Milan berakhir pada bulan Juni musim ini. Emerson mengatakan ia mengundurkan diri karena alasan pribadi dan tidak terjadi konflik apapun dengan pihak manajemen tim AC Milan.

Mungkin juga karena Emerson sendiri kesulitan untuk mendapatkan tempat tim inti AC Milan di bawah asuhan Carlo Ancelotti, hal ini tidak dapat dipungkiri lagi, sebab Milan sendiri telah memiliki banyak punggawa-punggawa pemain tengah dengan kelas wahid. Sebelum bermain dengan AC Milan, ia sempat berlabuh di negeri Spanyol, tepatnya bermain untuk Real Madrid, walau ia bermain hanya dalam satu musim saja, dan lagi-lagi ia kesulitan untuk bersaing memperebutkan posisi pemain tengah. Padahal sebelumnya lagi waktu masih bermain bersama AS Roma, Emerson merupakan pemain tengah yang sering membuat kerepotan lawan dalam mempertahankan area  lini sentral, sehingga sempat juga dilirik lalu bermain dengan tim kuda zebra, Juventus.

Bahkan kini ada gossip yang mengatakan bahwa setelah mengundurkan diri dari AC Milan, Emerson akan gantung sepatu atau pensiun, mungkin karena selain faktor usia, ia juga telah sulit untuk dapat bermain bersama timnas brasil di bawah asuhan Dunga. Mengingat pelatih Brasil, Dunga lebih memprioritaskan pemain-pemain muda dan agresif terhadap timnas. Sumber :liputanbola.com .

AC Milan menang dengan meyakinkan

Pertandingan dini hari tadi (20/4/2009) AC Milan  berhasil mengalahkan Torino dengan skor telak 5-1 pada laga ke 32. Hal ini membuat AC Milan merangkak naik ke posisi 2 klasemen sementara Seria A Liga Italia dengan nilai poin sama dengan rivalnya Juventus dengan nilai 64 (unggul selisih gol) dan terpaut 10 poin dengan pemuncak klasemen sekaligus rival sekotanya Inter Milan.

Berawal dari gol striker Inzaghi pada menit ke-13 dan 37 babak pertama melalui kedua umpan David Beckham, dan melengkapi hattrick-nya di menit ke-60 setelah mendapat assist terukur dari Ronaldinho (menggantikan Pato pada awal awal babak kedua) walaupun pada pertandingan tersebut Inzaghi sempat digantikan oleh , lalu dilanjutkan dengan gol penalti dari Ricardo Kaka setelah Massimo Ambrosini dijatuhkan oleh kiper Torino di kotak penalti. Tapi AC Milan sempat kecolongan gol oleh Ivan Francheschini di menit ke-80. Kemudian AC Milan dapat menambah skornya menjadi 5-1 kali ini pada menit ke-90 melalui umpan cantik Kaka dicetak oleh Massimo Ambrosini.

Dari segi permainan AC Milan menguasai lebih dari 60 % penguasaan bola, ini tidak lain karena permainan tengah Milan sangat rapi dan terorganisir dengan baik. Dengan David Beckham yang sering mengancam lewat umpan-umpannya, ini dibuktikan dengan 2 assist yang dapat diselesaikan dengan baik oleh Inzaghi, Ronaldinho yang sering mendobrak langsung pertahanan Torino dan sering melakukan umpan satu dua dengan rekan satu negaranya Kaka, ditambah apiknya permainan Pirlo dan Ambrosini di jangkar tengah Milan, membuktikan betapa sulitnya bagi lawan untuk masuk ke pertahanan AC Milan, apalagi di belakang Senderos cs seringkali menghentikan pergerakan pemain lawan jika sudah mendekati daerah penalti. Bravo Milan !

Legenda Hidup Paolo Maldini

Pemain belakang favorit (baca: paporit) saya ini lahir di Milan (26 juni 1968). Ia adalah pesepakbola sejati milik Italia dan AC Milan. Posisi awalnya adalah sebagai bek kiri tetapi ia lebih sering bermain di bek sentral. Bermain untuk AC Milan sejak usia masih 16 tahun merupakan sebuah loyalitas tinggi yang diberikan oleh pemain ini kepada klubnya. Semasa hidupnya ia hanya bermain untuk satu klub saja , AC Milan.

Ia telah bermain di 4 Piala Dunia bersama timnas Italia, 1990, 1994, 1998, dan 2002, dan bermain di tiga kejuaraan Piala Eropa, 1988, 1996, dan 2000, meski belum pernah meraih satu trofipun, ia tetap disegani di timnas sampai sekarang dan masih memegang rekor bermain untuk timnas terbanyak bersama Dino Zoff pendahulunya. Di klubnya AC Milan ia telah meraih banyak trofi seperti juara Liga Serie A sebanyak 7 kali dan 4 kali juara Liga Champions (Dahsyat, sungguh prestasi yang luar biasa 😉 ). Dan pernah meraih Bola Emas pada tahun 1994 versi France Football.

Setelah ia pensiun nanti rencananya kaos bernomor punggung 3 itu akan diabadikan untuk sementara sampai anaknya Christian, yang kini masih bermain untuk tim muda AC Milan telah masuk skuad utama, bisa dibilang kini Christian adalah generasi ketiga dari keluarga Maldini, yang sebelumnya Cesare Maldini sekaligus ayah Paolo, juga merupakan pemain sekaligus kapten tim AC Milan, dan juga pernah meraih trofi Liga Champions pada tahun 1963.

Dan kini Paolo Maldini telah bermain untuk AC Milan selama 25 tahun, dedikasinya hanya untuk Italia, AC Milan, dan keluarganya. Selama bermain ia tidak pernah menciptakan citra negatif dari segi apapun..

AC Milan hanya menang tipis

Ya,pada laga ke-31 Serie A, tim favorit saya AC Milan hanya bisa menang tipis 1-0 saat melawan Chievo, satu-satunya gol yang tercipta itu dicetak oleh pemain asal Belanda Clarence Seedorf pada menit ke-53, kemenangan semakin memperpendek jarak poin antara AC Milan (61) dengan Juventus (63) yang kini hanya selisih 2 poin. Hal ini semakin memperkuat AC Milan untuk dapat meraih posisi 2 klasemen pada akhir musim ini agar langsung otomoatis ke fase grup Liga Champion, karena jika menduduki posisi ke-3 atau 4, AC Milan harus melewati babak sistem gugur melawan tim-tim “kelas bawah” Eropa :-P. Untuk meraih scudetto,,hmmm rasanya sulit mengingat pertandingan hanya menyisakan 7 laga.

Meski pada pertandingan tersebut sang pelatih Carlo Ancelotti harus dikeluarkan oleh wasit karena memprotes yang terlalu berlebihan alias lebay. Untuk pertama kalinya Don Carlo diusir oleh wasit dalam karir melatihnya selama ini. Atau mungkin hal itu terjadi karena Carletto sedang diisukan kepindahannya ke Chelsea ?? Semoga saja tidak.