filth-1

Filth (2013) – review

filthSalah satu aktor favorit saya James McAvoy yang pernah berperan sebagai Prof. Charles Xavier versi mudanya di film X-Men : First Class, kali ini saya akan bahas dirinya di film Filth, di film ini ia berperan sebagai Bruce Robertson, polisi kotor, licik, pecandu kokain, gila seks, dan berkarakter menyimpang. Berawal dari munculnya kasus pembunuhan terhadap pemuda asal Jepang di daerah Edinburg, Skotlandia, Bruce mendapat kesempatan untuk memimpin investigasi tersebut. Dimana hal tersebut bisa menjadi batu loncatan bagi Bruce untuk melancarkan promosi jabatan sebagai Detektif Inspektur jika dia berhasil mengungkap kasus pembunuhan itu.

Tentunya calon yang akan menduduki sebagai kepala polisi tidak hanya Bruce seorang, dia harus bersaing dengan rekan-rekan sejawatnya, seperti Ray Lennox yang diperankan oleh Jamie Bell teman sesama pecandu kokain dan Amanda Drummond yang diperankan oleh aktris cantik Imogen Poots. Sebenarnya jika dia bersaing secara baik, kemungkinan besar tentunya dia akan mendapatkan promosi itu dengan mudah, tapi tidak di film ini, Bruce melakukannya dengan cara yang licik untuk menyingkirkan pesaing-pesaingnya, seperti mengadu domba antar rekan-rekannya, mengolok-olok sisi seksualitas rekan-rekannya di depan umum, bahkan dengan sengaja terlibat affair dengan istri rekannya sendiri untuk membuat frustasi rekannya dalam kehidupan rumah tangga, hingga membuat kasus perselingkuhan dimana ia sebagai pelakunya sendiri dengan tujuan untuk membuat kasus baru, supaya dia sendiri yang ditugaskan sebagai penyidiknya serta menyelesaikannya untuk mendapatkan poin tambahan demi mencapai promosi jabatan.

Sebenarnya Bruce sendiri merupakan orang yang penuh depresi karena masa lalunya yang kelam melibatkan kematian adiknya, sering berhalusinasi hingga menempatkan dirinya ke perbuatan yang menyimpang. Dia sering melamunkan istri dan putrinya, yang meninggalkan dirinya meski dia selalu mengaku kepada rekan-rekannya bahwa hubungan keluarganya baik-baik saja, semua ini ia lakukan untuk mendapatkan promosi itu. Bruce berpikir bahwa jika dia mendapatkan promosi, maka keadaannya yang sedang dijalani sekarang menjadi lebih baik, terutama hubungan kepada istri dan anaknya nanti. Namun sayang kecanduannya pada obat serta perilakunya yang tiba-tiba menjadi aneh dan lepas kendali yang membuat dirinya bukannya menjadi lebih baik malah terlihat seperti pecundang di hadapan rekan-rekannya.

James McAvoy berakting dengan baik di film ini, ada beberapa komedi-komedi yang dimunculkan olehnya sering mengundang gelak tawa. Bahkan ada kejutan kecil dari aksi James menjelang penghujung akhir film ini.

Nilai : 7,3 dari 10

One thought on “Filth (2013) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s