killers2014

Killers (2014) – review

395px-Killers_poster_2014Satu lagi film karya Mo Brothers yang saya tunggu-tunggu, setelah di film pendahulunya sutradara Mo Brothers (Kimo Stamboel & Timo Tjahjanto) menyajikan film slasher berjudul Rumah Dara yang membuat mereka berdua menjadi terkenal, kali ini Mo Brothers memberikan suguhan film thriller psikologis yang berjudul Killers. Saya memberikan perhatian khusus pada karya-karya Mo Brothers, kenapa tidak, berawal dari film pendek berjudul Dara yang berada pada salah satu segmen di film Takut, dilanjutkan dengan Rumah Dara dalam versi durasi panjangnya yang tetap penuh dengan adegan-adegan sadis dan berdarah-darah, kemudian memberikan suguhan adegan yang terbilang ‘sakit’ di salah satu segmen L (Libido) dalam film The ABCs of Death, dan Safe Haven dalam salah satu segmen di film V/H/S/2. Maka wajib bagi saya untuk menonton karya mereka dalam film terbarunya Killers, apalagi dengan bertambahnya dukungan dana yang lebih dari film-film mereka sebelumnya, seperti dari pembuat film The Raid dan Nikkatsu Corporation asal Jepang.

Diceritakan tokoh bernama Nomura Shuhei yang diperankan oleh Kazuki Kitamura, pria eksekutif asal Jepang yang memiliki sifat psikopat, gemar membunuh sekaligus merekam adegan bagaimana cara dia membunuh korban-korbannya lalu mengupload video rekaman tersebut ke sebuah situs untuk disebarkan. Sejak awal Nomura memang memiliki jiwa yang ‘sakit’, dia memilih korbannya secara acak, kebanyakan korbannya adalah wanita. Dengan modus mendekati wanita yang terbilang mudah baginya, lalu mengajak korban-korbannya tersebut ke kediamannya, dimana tempat tersebut memiliki tempat khusus untuk eksekusi korban yang lengkap dengan kamera-kamera di berbagai sudut dan perlengkapan alat-alat membunuh.

Tokoh lainnya asal Indonesia bernama Bayu Aditya, diperankan oleh Oka Antara, seorang reporter yang memiliki jiwa yang labil, mudah terprovokasi, ditambah hubungan rumah tangganya yang sudah tidak harmonis. Diceritakan tokoh Bayu yang gagal mengungkap aib salah satu politikus kuat bernama Dharma diperankan oleh Ray Sahetapy, yang menurut saya hal tersebut membuat Bayu membuka secuil jiwa pendendamnya, dilanjutkan dengan tidak sengajanya Bayu menemukan situs yang menampilkan salah satu video adegan sadis dari Nomura. Bayu mulai terjerumus menjadi pembunuh berawal ketika dia dijebak di dalam taksi, dirampok dan akan diperkosa sehingga Bayu memberikan perlawanan. Yang tidak disangka adalah ternyata dia merekam hasil perlawanan tersebut dalam sebuah kamera ponselnya lalu mengupload video tersebut sehingga video itu ditemukan oleh Nomura. Tentu saja video tersebut membuat Nomura tertarik untuk mengenal Bayu, karena seakan-akan dia melihat dirinya dahulu seperti Bayu.

Pendekatan antara Nomura dengan Bayu berlanjut lewat private chat dan video seperti guru dengan murid yang memberikan tutorial bagaimana menikmati pembunuhan itu dan merekamnya hingga menemukan titik kepuasan, ya hubungan antara dua pria yang sakit, apalagi Bayu yang sepertinya mudah sekali terprovokasi ditambah kondisi di sekelilingnya yang seakan tidak mendukung dirinya, meski sesekali tetap ada kebimbangan dalam dirinya antara ingin melanjutkan pembunuhan atau tidak. Pendekatan mereka berdua diakhiri dengan pertemuan langsung antara Bayu dan Nomura di Indonesia dalam penyelamatan putri dari Bayu yang diculik oleh komplotan Dharma, yang berakhir dengan tragis.

Dari segi cerita menurut saya sudah cukup bagus, hanya penggambaran emosi yang diberikan oleh Oka dalam karakter Bayu masih terlihat kurang, dan kurangnya kisah awal perseteruan antara Bayu dan Dharma (di film ini Dharma mengingatkan saya kepada tokoh Tama di film The Raid), mungkin terbentur masalah durasi juga, tapi secara keseluruhan sudah oke apalagi banyak adegan yang justru malah membuat penonton tertawa.

Nilai : 7,5 dari 10

4 thoughts on “Killers (2014) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s