Priceless.2006

Priceless (2006) – review

Jean menunjukkan jam terbarunya kepada Irene

Jean (Gad Elmaleh) merupakan pegawai yang bekerja di sebuah hotel, secara tidak sengaja ia bertemu dengan wanita bernama Irene (Audrey Tatou) dalam sebuah bar dalam hotel. Irene merupakan wanita yang suka menggoda laki-laki yang telah hidup mapan dari segi ekonomi dengan tujuan untuk hidup bersama agar kebutuhannya yang gemar berbelanja selalu terpenuhi. Pada pertemuan pertama mereka, Irene mengira Jean adalah salah satu orang kaya yang menginap di hotel itu, bahkan Jean sendiri malah bersikap sesuai dengan keinginan Irene, dan peran Jean sebagai orang kaya pun dimulai dengan maksud agar dapat mengenal lebih dekat dengan Irene.

Bahkan Jean sempat mengajak Irene masuk ke kamar hotel yang mewah, tentunya sebagai pegawai di hotel itu Jean tahu mana kamar yang kosong untuk Jean tempati dalam satu malam. Irene sendiri sebenarnya telah memiliki pasangan, target yang diincar bernama Jacques, orang tua yang kaya, oleh sebab itu Irene dapat menginap di hotel tersebut. Malahan Irene telah dilamar oleh Jacques di restoran hotel. Irene yang memang kerap menggoda pria mapan tidak dapat memalingkan perhatiannya ketika bertatap muka dengan Jean, yang ketika itu Jean sedang bekerja melayani tamu-tamu yang sedang makan, dan dengan tingkah konyolnya dia berpura-pura menjadi tamu sesaat agar Irene tidak curiga. Malamnya mereka bertemu lagi untuk memadu kasih di kamar yang telah Jean siapkan, setelah Irene kembali ke kamarnya Jacques ternyata telah menunggunya dan seketika itu juga dia memutuskan hubungan dengan Irene karena telah ketahuan selingkuh.

Semenjak ditinggal oleh Jacques, Irene berencana untuk tinggal dengan Jean, ketika mereka berdua sedang di kamar ternyata tiba-tiba ada calon tamu yang akan menghuni kamar tersebut, maka tentu saja penyamaran Jean selama ini terbongkar, hingga membuat Irene benar-benar putus asa. Karena merasa bersalah Jean selalu mengejar Irene kemana dia pergi, dan ketika Irene mau bersama Jean, timbul perasaan untuk membalas Jean dengan cara menggunakan kartu kredit milik Jean, untuk menyewa kamar hotel yang mewah, makan di restoran yang mahal, dan belanja pakaian-pakaian yang mahal pula.

Jean pun benar-benar kehabisan uang dan kartu kreditnya tak dapat digunakan untuk membayar layanan dan sewa kamar hotel, hingga akhirnya ia bertemu dengan janda tua yang kesepian bernama Madeleine, tagihan Jean pun dialihkan ke Madeleine dengan syarat Jean harus bersedia menemani hidup bersama dengan Madeleine. Secara tidak langsung kini Jean berperan seperti yang selama ini Irene lakukan terhadap pria-pria kaya. Semenjak tinggal bersama Madeleine, Jean selalu dibelikan barang-barang mewah yang selama ini tidak dapat dia miliki, bahkan Jean sempat berguru kepada Irene yang kini mendapatkan target lagi dan tinggal sehotel dengan Jean bagaimana menaklukan pasangannya agar dirinya mendapatkan pemberian yang lebih lagi dari sebelumnya. Namun apa daya, rasa cinta yang timbul antara Jean dan Irene semakin berkembang, sehingga mereka harus seperti main kucing-kucingan jika ingin saling bertemu agar tidak ketahuan oleh pasangan masing-masing. Tentunya film ini diakhiri dengan cerita yang bahagia antara kedua insan itu.

Priceless

Penilaian saya untuk film bergenre komedi romantis ini cukup baik dari segi cerita yang dibumbui kekonyolan-kekonyolan antara kedua tokoh utama dalam cerita ini, seperti judulnya cinta memang tak ternilai harganya dan tidak dapat dibeli. Nilai untuk film ini adalah 7,2/10. Sangat direkomendasikan untuk yang suka film bergenre seperti ini.

6 thoughts on “Priceless (2006) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s