Dont.Be.Afraid.Of.The.Dark

Don’t Be Afraid of the Dark (2010) – review

Don’t Be Afraid of the Dark

Di awal kisah diceritakan seorang anak yang mengalami keretakan dalam rumah tangga bernama Sally (Bailee Madison) harus mulai ikut tinggal kepada ayahnya (Alex – Guy Pearce) beserta calon ibu tirinya (Kim – Katie Holmes) di rumah kuno, peninggalan seniman pelukis bernama Blackwood. Alex dan Kim merupakan desainer interior yang berencana untuk merenovasi rumah kuno itu untuk dijual kemudian. Blackwood sendiri pemilik rumah itu sebelumnya menurut rumor dikabarkan telah hilang tanpa sebab, meski sebenarnya di pembuka cerita film ditampilkan sosok Blackwood ditarik ke bawah tanah oleh sekumpulan makhluk kecil misterius, dimana makhluk-makhluk tersebut takut dengan cahaya.

Sally-lah yang pertama kali menemukan ruang bawah tanah ketika dia sedang berjalan sendirian di taman kawasan rumah kuno itu. Pintu masuk untuk menuju ke ruang bawah tanah terdapat di antara dua tangga yang terdapat di ruang utama rumah. Pada awalnya tidak ada yang mengetahuinya karena tertutup oleh tembok kayu, sebelum dijebol oleh Alex, ayah Sally. Di ruangan bawah tanah terdapat tempat pembuangan abu yang sengaja dikunci oleh penjaga rumah kuno ini, Harris, Harris jugalah yang lebih mengetahui sejarah yang terdapat pada rumah itu. Namun karena keingintahuan seorang anak kecil, dan seringnya ia mendengar suara-suara bisikan oleh makhluk-makhluk misterius itu, Sally membuka penutup abu yang ada di ruang bawah tanah, sehingga makhluk-makhluk yang jumlahnya banyak itu dapat dengan leluasa untuk keluar dari sarangnya mengganggu penghuni rumah.

Kejanggalan demi kejanggalan pun terjadi di dalam rumah, namun tidak ada yang percaya dengan Sally sebelumnya, karena dia masih dianggap anak kecil yang sedang berfantasi. Kejadian paling fatal ketika Harris datang untuk menghindarkan Sally dari ruang bawah tanah, hingga Harris pun terluka parah dan harus dirawat di rumah sakit karena di-“kerjai sekumpulan makhluk kecil.

Sally dengan ayahnya

Makhluk-makhluk ini sangat suka sekali dengan gigi manusia terutama dengan anak kecil, oleh karena itu makhluk-makhluk kecil ini tertarik dengan Sally. Ibu tiri Sally, Kim, melakukan penyelidikan dengan mengunjungi Harris di rumah sakit, karena dia sedikit mulai percaya dengan apa yang dikatakan Sally, dan Kim sendiri menaruh perhatian yang lebih terhadap Sally meski Sally sendiri masih ragu akan keberadaan Kim dalam keluarga barunya ini. Jawaban sedikit mulai terkuak oleh Kim dengan mengunjungi perpustakaan yang dipandu oleh pustakawan setempat, kemiripan gambar-gambar peninggalan oleh Blackwood dengan yang digambar oleh Sally semakin membuat Kim percaya dengan peristiwa yang terjadi di dalam rumah kuno itu.

Teror yang dilakukan oleh sekumpulan makhluk kecil terjadi pada akhir film dimana satu per satu anggota keluarga Alex diserang tiba-tiba yang mengakibatkan Kim harus berakhir tragis di rumah kuno itu. Saya suka kejadian di akhir film ini yang melebihi ekspetasi saya sendiri, di luar perkiraan pokoknya, meski horror yang disajikan menurut saya pribadi masih terasa agak kurang. Nilai dari saya untuk film ini adalah 6,7/10. Cukup okelah.

2 thoughts on “Don’t Be Afraid of the Dark (2010) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s