Perfect

Perfect Sense (2011) – review

Perfect Sense

Saat saya menonton film ini sekilas mirip dengan film dengan judul Contagion, karena sama-sama menceritakan dunia yang sedang dilanda oleh epidemi yang menyerang manusia. Namun bedanya di film ini sang sutradara memberikan tambahan kisah-kisah romansa kepada pasangan Michael (Ewan McGregor) dan Susan (Eva Green). Michael merupakan koki yang bekerja di sebuah restoran dimana lokasinya dekat dengan apartemen milik Susan, Susan sendiri adalah seorang ahli epidemiologi.

Cerita bermula dari adanya seorang pasien tempat Susan bekerja yang tiba-tiba mengalami kehilangan indera penciuman, dan itu terjadi bukan hanya pada pasien tersebut tapi juga terjadi pada beberapa orang di daerah lainnya. Dari awal mula kisah film ini tidak diceritakan bagaimana virus ini dapat menyebar pertama kalinya (berbeda dengan film Contagion yang menceritakan bagaimana awal mula virus dapat menyebar bahkan sampai ke penjuru dunia), bahkan sepanjang film tidak diceritakan bagaimana cara virus ini menyebar. Virus ini menyerang indera yang dimiliki oleh manusia.

Pertama dampak dari virus ini adalah kehilangan indera penciuman, yang dilanjutkan dengan perasaan emosi yang berujung rasa ingin menangis. Kemudian dalam beberapa hari berlanjut pada tubuh kejang-kejang dan tiba-tiba terasa lapar yang sangat, bahkan indera perasa pun mulai hilang, dapat dilihat pada film yang memperlihatkan tiap-tiap adegan dimana orang-orang yang telah terkena virus ini memakan segala bahkan yang masih mentah sekalipun, seakan-akan mereka melakukannya di bawah kesadaran. Restoran tempat Michael bekerja pun mengalami sepi pengunjung karena masyarakat sudah mulai enggan untuk makan di restoran, sebab apapun yang mereka makan pun tidak ada rasanya. Keadaan semakin kacau di jalanan, sampai-sampai banyak orang meyakini bahwa ini adalah tanda-tanda akhir dunia.

Hubungan yang dijalani antara Michael dan Susan yang tadinya berjalan baik, meski banyak masalah yang sedang terjadi harus mengalami perselisihan ketika Michael tiba-tiba mengalami emosi (setiap akan terjadi kehilangan salah satu indera akan muncul emosi yang tidak dapat dikontrol) hingga Susan pun pergi, setelah itu mereka mengalami kehilangan indera pendengaran. Sampai yang terakhir saat mereka berdua bertemu kembali seketika itu juga mereka mulai kehilangan indera penglihatan. Tidak dapat dibayangkan lagi bagaimana dunia yang penduduknya telah kehilangan inderanya, mungkin benar inilah akhir dunia. Nilai dari saya untuk film ini adalah 6,9/10.

Michael dan Susan, kehilangan indera penglihatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s