gantz

Gantz (2010) – review

Katou Masaru dan Kei Kurono dalam film Gantz

Sebelumnya saya senang membaca ulasan-ulasan film atau yang membahas suatu film, setelah saya menonton film tersebut. Biasanya saya membaca ulasaan film melalui blog atau forum-forum yang saya ikuti. Nah daripada hanya membaca saja, saya juga ingin menulis ulasan dari setiap film yang telah saya tonton, meski sebelumnya saya juga pernah menulis tentang film, tapi saya ingin belajar lebih baik lagi, jadi mohon bantuan dari pembaca blog ini untuk masukannya agar saya bisa lebih baik lagi dalam menulis pada blog ini.

 Oke film yang saya akan ulas kali ini berjudul Gantz. Film produksi asal negeri sakura ini memang selalu menghadirkan film-film yang spektakuler baik dari segi cerita dan animasinya beserta efek yang ditampilkan dalam sebuah film untuk menambahkan daya cerita agar terkesan lebih nyata. Kisah dalam film Gantz ini berawal dari seorang pelajar/mahasiswa yang sedang menunggu kereta bawah tanah bernama Kei Kurono yang ketika itu bertemu dengan sahabat lamanya yang bernama Katou (Ken’ichi Matsuyama -yang pernah berakting sebagai L dalam film Death Note, salah satu film Jepang favorit saya-). Pertemuan tersebut diawali dengan kejadian seorang calon penumpang kereta yang terjatuh karena mabuk, kemudian Katou turun ke rel untuk  menolong orang itu, setelah berhasil mengangkat orang yang jatuh tadi, tiba-tiba kaki Katou tersangkut dan sulit untuk naik, Katou meminta pertolongan kepada calon penumpang lainnya yang berada di sana namun tidak ada yang berani menolongnya, tiba-tiba Katou melihat Kei dan memanggil dia berharap temannya tersebut menolongnya. Akan tetapi Kei tidak langsung segera menolongnya karena rasa ragu, sesaat kereta sudah terlihat dari salah satu lorong Kei langsung datang menolong Katou namun apa daya Kei malah ikut terjatuh ke rel dan kereta sudah siap menerjang mereka berdua. Sesaat kereta sudah hampir menabrak mereka, tiba-tiba Katou dan Kei berpindah tempat berada dalam sebuah kamar atau ruangan. Di tempat tersebut sebelumnya sudah berada beberapa orang yang lebih dahulu berada di sana, namun tetap mereka juga belum mengetahui arti keberadaan mereka di tempat tersebut.

Dalam ruangan tersebut terdapat bola besar berwarna hitam, orang-orang menyebutnya sebagai Gantz. Dari dalam bola telah disiapkan pakaian dan senjata untuk bertempur untuk masing-masing personal di ruangan itu dan mereka harus rela mengikuti perintah dari Gantz, dimana pakaian dan senjata itu memiliki kekuatan super ketika digunakan. Sebenarnya orang-orang yang telah masuk ke dalam ruangan tersebut adalah orang-orang yang seharusnya sudah menemui ajal, namun mereka diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup dengan syarat mereka harus memainkan sebuah permainan membunuh alien yang akan menginvasi bumi yang sudah ditargetkan oleh Gantz lalu dikirim ke dunia paralel dalam melakukan aksinya. Setiap berhasil membunuh alien, orang yang berhasil membunuhnya mendapatkan sebuah poin dan jika berhasil mengumpulkan poin sampai 100 maka bertahan hidup dan terbebas dari permainan atau dapat menghidupkan kembali orang tersayang yang telah tiada. Akan tetapi jika dalam permainan tersebut, ada yang sampai terbunuh oleh alien maka tidak dapat melanjutkan permainan lagi dan kali ini orang tersebut akan benar-benar meninggal.

Pada awalnya Kei dan Katou enggan untuk ikut dalam permainan tersebut, namun karena terdorong keinginan untuk terus melanjutkan bertahan hidup dan menyelamatkan kembali orang yang disayangi, mereka terus bertempur. Sampai suatu ketika dalam sebuah misi mengalahkan alien Katou harus kalah dan tewas (?) dalam pertempuran. Hal ini yang membuat Kei semakin ingin bertahan hidup meski sebelumnya ia tiba-tiba menjadi orang yang arogan dan tidak mempedulikan sekelilingnya berubah menjadi orang yang optimistik akan pentingnya kerja sama tim dibandingkan permainan individu.

Ceritanya masih bersambung ke Gantz : Perfect Answer, nanti kalau saya sudah nonton lanjutannya akan disambung lagi😀. Nilai dari saya untuk film ini 7/10, saya suka ide yang diangkat dalam film ini, dan seperti  film Jepang yang lainnya dalam film Gantz ini juga menyuguhkan efek-efek yang memukau.

4 thoughts on “Gantz (2010) – review”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s