Masih ada secercah harapan

Wah sudah lama juga tidak menulis tentang AC Milan, masih diselimuti rasa duka nih gara-gara gagal total di kancah Liga Champions :cry:. Kini saatnya tim merah-hitam harus fokus di Liga Italia Serie A saja, ya mau tidak mau kan. Liga Italia sendiri masih menyisakan 10 pertandingan, hasilnya benar-benar harus dimaksimalkan jika tidak ingin ketinggalan lagi. Sebenarnya saya sendiri pada awal musim kompetisi 2009/2010 cukup pesimis dengan kepelatihan Leonardo yang masih baru dalam hal melatih sebuah tim serta skuad yang sekarang, hal itu terbukti dari segi pembelian pemain di awal musim dan pertengahan musim (bulan Januari) yang terlalu irit untuk menambal posisi-posisi yang fatal. Tapi ternyata hasil yang dicapai hingga sekarang menurut saya sendiri tidak terlalu mengecewakan di Serie A meski hingga kini hanya bisa menempati posisi kedua di klasemen, lain halnya kalau di Liga Champions, masih banyak hal yang harus dibenahi termasuk formasi starting line up yang dipasang, edan bermain di kandang MU sampai memasang 3 pemain depan.

Tim AC Milan masih menaruh harapan untuk merebut scudetto, setelah pada pekan ke-28 Serie A Liga Italia semalam bermain di kandang sendiri, berhasil mengalahkan tim tamu Chievo dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol dicetak oleh pemain asal Belanda, Clarence Seedorf pada menit-menit terakhir babak kedua (menit ke 91′). Sedangkan tim tetangga yang kini di peringkat pertama pada pertandingan kemarin tersandung oleh tim Catania dan sekarang AC Milan hanya ketinggalan satu poin saja. Semoga saja hasil positif dapat selalu dicapai pada laga-laga sisa hingga akhir musim, maklum sudah lama puasa gelar nih :cry:. Dan semoga saja tidak pelit-pelit lagi untuk memburu pemain di musim depan.

Seedorf

Tua-tua keladi nih Seedorf, meski cuma jadi pemain pengganti tapi masih bisa jadi penentu kemenangan.

Lanjutkan membaca Masih ada secercah harapan

Subtitle pertama : Ichi

Ichi

Yup, kali ini saya mencoba menerjemahkan film asal Jepang yang dirilis pada tahun 2008 berjudul Ichi, bisa dibilang ini adalah subtitle pertama kali yang saya buat sendiri. Sebelumnya saya selalu mengunduh file-file subtitle dari subscene dan opensubtitle, kadang saya menggunakan aplikasi Sublight supaya mudah mencarinya. Film Ichi ini sendiri menceritakan perjalanan seorang wanita yang mengalami kekurangan tidak dapat melihat namun ahli dalam bermain pedang (samurai), sebenarnya dia ingin sekali mencari ayahnya yang pernah meninggalkan dia waktu kecil. Sekilas jika anda pernah menonton film yang berjudul Zatoichi, mungkin dia tokoh yang dimaksud. Karena dalam film Ichi ini dikisahkan bahwa ayahnya juga tidak dapat melihat dan ahli dalam bersamurai.

Menurut saya cerita dalam film ini sangat menarik terlebih yang jadi aktrisnya Haruka Ayase :D, dan ketika saya mencari sub Indonesia nya susah sekali didapat, oleh karena itu saya berinisiatif untuk menerjemahkannya sendiri. Maaf kalau ada kata-kata yang tidak pas, namanya juga newbie dan masih coba-coba, he he. Kalau soal link download filmnya bisa anda cari sendiri ya di IDWS misalnya. Ada kok di situ, karena saya sendiri juga dapat filmnya dari IDWS.

Link subtitle Indonesia (2 CD) :

http://subscene.com/indonesian/Ichi/subtitle-308714.aspx

IMDB :
http://www.imdb.com/title/tt1060256/

Kaset (Cartridge) Nintendo

Pada tulisan kali ini saya akan mengulas mengenai teknologi game dari segi media, tulisan ini sendiri saya buat untuk memenuhi tugas kuliah saya dalam mata kuliah Pengantar Teknologi Game. Lebih tepatnya saya akan mengulas mengenai media penyimpanan permainan pada video permainan yang banyak digemari waktu jaman dahulu (kira-kira terkenal pada dekade 1990-an awal) yaitu berupa kaset atau cartridge pada console permainan Nintendo Entertainment System (NES), saya pribadi sempat menggemari console permainan ini pada saat menginjak sekolah dasar. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari wikipedia (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Nintendo_Entertainment_System) mengenai console permainannya sendiri, console permainan ini (NES) bergerak pada video 8-bit.

Kaset atau cartridge pada console permainan Nintendo Entertainment System ukurannya lebih besar dan lebih berat apabila dibandingkan dengan media penyimpanan permainan console-console permainan pada masa sekarang yang kebanyakan berupa kepingan CD atau DVD. Ukuran pada cartridge Nintendo Entertainment System (berdasarkan info yang saya dapatkan dari sumber) setinggi 13,3 cm, dengan lebar 12 cm dan memiliki ketebalan 2 cm. Walaupun dari segi bentuknya yang besar dan lebih berat dibandingkan media-media penyimpanan permainan pada konsol permainan masa sekarang, ada satu kelebihan yang dimiliki oleh cartridge Nintendo Entertainment System yaitu sulitnya media penyimpanan ini untuk diduplikasi ulang atau dibajak, oleh karena itu untuk satu cartridge saja harganya pada masa-masa console Nintendo Entertainment System terkenal bisa mencapai lebih dari 40 ribu rupiah, bandingkan dengan harga dvd bajakan console permainan PS2 sekarang mungkin harganya hanya 6 ribu atau 10 ribu saja, he he :D.

baca ulasan selanjutnya