Salut untuk Ronaldinho

Yup, kata-kata itulah yang terpintas di kepala saya setelah melihat aksi sang maestro semalam pada pertandingan antara AC Milan melawan Siena pada laga lanjutan Liga Italia Serie A, pemain yang pernah mengantar negaranya merebut Piala Dunia untuk kelima kalinya pada tahun 2002. Mulai benar-benar bersinar ketika bergabung dengan klub catalan asal Spanyol, Barcelona. Dan mulai redup juga karena kegemarannya berdugem hingga kemampuannya mengolah bola mulai menurun dan berat badannya pun mulai naik. Di saat itulah manajemen AC Milan ingin mendapatkan Ronaldinho (meski dari musim-musim sebelumnya Milan juga sangat berhasrat untuk mendapatkan pemain tersebut, tetapi pihak Barca belum menginginkannya untuk dijual), dengan berharap permainan memukaunya kembali lagi.

Pada musim pertamanya memang kurang meyakinkan, karena kedatangannya tidak pada saat yang tepat di mana sang punggawa eks pemain bermomor punggung 22 asal Brasil, Ricardo Kaka sedang bersinar dan dipuja-puja oleh tifosi Milanisti. Ketika memasuki jendela transfer kedua pada musim lalu, kesempatan Ronaldinho untuk bermain semakin menipis, karena kehadiran David Beckham ke Milanello (markas latihan AC Milan). Apalagi Beckham memiliki kontribusi tinggi membantu AC Milan dari keterpurukan hingga akhir musim dengan lolos ke Liga Champions.

Lanjutkan membaca Salut untuk Ronaldinho