Rating film, agar menonton lebih tenang

Mungkin saat ini sering kita dengar atau lihat dengan makin banyaknya film-film dengan menampilkan adegan-adegan yang tidak layak ditonton untuk anak-anak atau remaja (di bawah umur 17 atau 21 tahun). Selain menampilkan adegan-adegan yang lumayan “panas” (bukan karena dibakar :lol:) ditambah dengan aksi-aksi kekerasan plus kata-kata kasar yang sering dilontarkan oleh aktor/aktris dalam film tersebut, yang saya takutkan film-film tersebut dapat memberi contoh yang tidak baik bagi generasi-generasi muda sekarang.

Kalau di Amerika Serikat setiap film mendapatkan rating untuk membatasi apakah sebuah film tersebut layak tonton oleh tingkat umur yang ditentukan pada umumnya. Oleh karena itu sering kita lihat kan pada box cover dvd terdapat ratingnya. Contohnya sebagai berikut dari sumber yang saya dapatkan di sini (info lebih lengkap) :

http://en.wikipedia.org/wiki/Motion_Picture_Association_of_America_film_rating_system

http://www.motionpictureassociation.org/FlmRat_Ratings.asp

Berikut beberapa ulasan yang saya dapat dari beberapa rating yang dibuat oleh pihak Amerika Serikat :

  • G atau General Audiences

Maksudnya sebuah film dengan rating G, masih layak untuk ditonton oleh semua umur, pada umumnya sih film-film kartun/animasi, tapi tidak semuanya juga film kartun/animasi masuk dalam rating ini. Percakapan masih baik, adegan kekerasan masih hampir tidak ada atau masih bisa ditolerir, tidak adanya unsur-unsur ketelanjangan atau sex, dan tidak adanya akting/adegan penggunaan narkoba.

  • PG atau Parental Guidance Suggested

Beberapa materi pada sebuah film mungkin tidak baik untuk ditonton oleh anak-anak. Intinya pada rating PG ini seperti pada lambang BO yang kadang kita lihat lambang BO (Bimbingan Orangtua) pada stasiun televisi, oleh karena itu sebuah film harus diselidiki dahulu oleh orang tua apakah mengizinkan anak-anaknya untuk menonton, di sinilah peran orangtua begitu penting dalam mendampingi anak-anaknya dalam menonton.

Pada rating PG, unsur kekerasan, percakapan kata-kata yang kasar masih bisa ditolerir dan adegan ketelanjangan berlangsung singkat, oleh karena itu para orangtua hendaknya memberi saran yang baik kepada anak-anaknya. Plus unsur penggunaan obat-obatan terlarang pada film rating ini tidak ada.

  • PG-13 atau Parents Strongly Cautioned

Film dengan rating PG-13 intinya tidak cocok ditonton oleh anak umur di bawah 13 tahun. Di sinilah orang tua harus keras terhadap anaknya yang dibawah umur 13 tahun untuk tidak menonton film berating ini. Karena pada film rating PG-13 tidak cocok untuk ditonton pada usia mereka dan terdapat unsur-unsur kekerasan, percakapan dengan menggunakan kata-kata kasar, memungkinkan adanya adegan penggunaan obat terlarang ditambah adanya adegan ketelanjangan, meski pada intinya film tersebut bukan film yang bertemakan sexualitas, namun tetap saja film ini tidak pantas untuk dipertontonkan pada anak-anak (di bawah usia 13 tahun).

  • R atau Restricted

Film dengan rating R pada intinya anak di bawah usia 17 tahun hendaknya ditemani oleh orangtua atau wali saat menonton untuk menentukan atau menyarankan apakah layak untuk ditonton atau tidak dan kenapa film tersebut masuk dalam rating R. Karena film pada rating ini seringkali menunjukkan adegan kekerasan yang lebih dari film berating PG-13, adanya penggunaan narkoba, percakapan dengan kata-kata kasar/kotor, plus adanya adegan telanjang atau unsur sexualitas (pokoknya terdapat aktivitas dewasa yang tidak layak tonton oleh usia di bawah 17 tahun).

  • NC-17 atau No One 17 and Under Admitted

Intinya film dengan rating NC-17 tidak boleh ditonton oleh anak-anak dan di bawah usia 17 tahun, dan hanya khusus untuk orang-orang dewasa saja yang boleh menontonnya😀.

Berikut situs yang mungkin dapat membantu anda untuk melihat rating pada sebuah film :

http://www.screenit.com/index1.html

http://www.screenit.com/search.html (untuk mencari satu per satu)

Sekian, semoga berguna.

8 thoughts on “Rating film, agar menonton lebih tenang”

  1. sebelumnya saya minta maaf karena baru bisa melakukan kunjungan balik dikarenakan mudik lebaran. Karena rumah saya kampung, jadi susah tersambung dengan internet. hehehe..
    tak ada kata terlambat untuk saling silaturahmi dan bermaafan.
    Minal Aidin wal Faidzin.
    mohon maaf lahir dan bathin..
    salam rimba raya lestari..

  2. sip^^
    makasih informasinya.
    rating sangat penting.
    cuma sayang, di Indonesia masih kurang.
    cuma BO, SU, Anak.
    itupun baru-baru saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s