Meratapi nasib

Yup, sudah beberapa hari tidak buat postingan dan kali ini saya baru bisa dengan tegar. Ini bermula dari gara-gara AC Milan dibantai sama tetangganya, seumur-umur baru sekarang tim favorit saya kalah telak, dari segi permainan lah, strategi dan pemain-pemainnya juga😥, benar-benar krisis, jadi malas nulis lagi. Tapi si duo Berlusconi dan Galliani tetap tenang saja gitu menyikapinya, ya ampun benar-benar keras kepala nih orang. Ga’ tau Milanisti sedang bersedih mungkin.

Ini baru awalnya, sejak malam Minggu lalu badan (tepatnya di daerah punggung) jadi terasa sakit setiap bangun tidur, menurut orang tua saya sih “masuk angin”, yup nama penyakit yang cukup populer di Indonesia, by the way “masuk angin” bahasa Inggrisnya apa ya ? Sempat benar-benar “tepar” satu hari tepatnya hari Senin, untuk duduk rasanya sakit banget di punggung jadinya kalau mau mengoperasikan komputer jadi sambil tiduran deh, bingung kan caranya he he he. Tapi sekarang sudah baikan sih, syukurlah.

Berlanjut ke masalah downloadan, sudah sukses download film, eh gak sesuai harapan dari salah judul lah, atau sampai ketipu kualitasnya ternyata masih CAM, kalau ada yang belum tahu video kualitas CAM itu kualitas gambarnya seperti hasil rekaman dengan video digital dan bukan dari produksi aslinya. Wew, sudah nungguin lama ujung-ujungnya di delete juga, tidak ditonton dulu. So kalau mau download film saran saya lihat-lihat dulu infonya sudah bagus atau belum, jangan keburu nafsu ha ha ha, biasanya sih yang bagus itu yang sudah bertuliskan dvdrip atau R5 untuk rekomendasi.

Dan yang terbaru terjadi hari ini, yup terjadi gempa saudara-saudara sekitar pukul 2.45 (keterangan rumah saya di daerah Jabodetabek), lumayan dahsyat guncangannya, pas lagi asyik-asyik duduk saya kira ada yang mainin kursi saya, maklum banyak anak-anak di rumah saya kira ada yang iseng, dan ternyata gara-gara gempa. Lumayan juga terasa gempanya, terjadi kira=kira 6-8 menit lah. Langsung saja orang-orang di sekitar daerah rumah saya buru-buru keluar dari rumah masing-masing. Ada apa gerangan, dari berita yang baru saya lihat sih asalnya dari Tasikmalaya. Wah, rasanya harus banyak-banyak merenung nih.

5 thoughts on “Meratapi nasib”

  1. haddiirrr….
    malam2 mengunjungi sahabat tersayang… Apa kabar sahabat? smoga bahagia selalu menyertaimu….

    sante aja sahabat… badai pasti berlalu, tinggal ambil hikmahnya, ambil baiknya…
    ok…

    cu…

  2. mengunjungi blog teman sangat lah menyenangkan…
    wah gempanya terasa 6-8 menit yaa…
    kalau di bogor sih cuma 1 menit mungkin..
    itu aja orang-orang sudah panik..
    mesti banyak merenung dan bersyukur nih..
    salam rimba raya lestari

  3. oh.. sobatku lagi bersedih..
    sulit memang menerima kekalahan, tapi disinilah hidup untuk mengajari kita untuk menerima kekalahan.

    semangat!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s