Milan oh Milan

Pertama kali saya tertarik dengan klub asal kota mode Milan, yakni AC Milan setelah masa-masa perhelatan Piala Dunia 1998. Waktu itu saya suka sekali dengan permainan Zvonimir Boban dan Oliver Bierhoff di Piala Dunia 1998, meski mereka gagal membawa timnas masing-masing menjuarai Piala Dunia (sang tuan rumah Prancis yang sukses jadi juara kala itu), ditambah dengan striker asal Liberia yang memiliki skill tinggi dan tidak kalah dengan pemain-pemain Eropa dan Amerika Latin lainnya, George Weah. Apalagi kalau mendengar kejayaan trio Belanda Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten serta kepiawaian sang kapten Franco Baresi menjaga daerah pertahanan  di era 1989/1990-an di kancah Liga Italia dan Eropa, makin mantab saja rasanya thumbup, sayang waktu itu saya masih cilik banget dan belum mengerti soal sepakbola.

Juara UCL 1989/1990 (era trio Belanda)

Dan yang paling membuat saya senang lagi ketika di musim 1998/1999 AC Milan benar-benar sukses membawa juara Liga Italia di bawah kepelatihan Alberto Zaccheroni (kalau tidak salah he he he :D), waktu itu mereka bersaing ketat dengan Lazio (masih ada Pavel Nedved di Lazio) dan hanya unggul satu poin pula di laga-laga terakhir. Setelah masuk ke era millenium AC Milan baru bisa mencicipi gelar juara Liga Italia lagi hanya pada musim 2003/2004 saja, kali ini AC Milan sudah dihuni oleh Shevchenko dan Kaka. Di era millenium ini Liga Italia sudah semakin ketat dengan mulai bangkitnya klub asal ibukota AS Roma dan Lazio yang menambah persaingan selain Juventus dan Inter Milan. Dan lagi-lagi AC Milan meraih trofi Liga Champions 2002/2003 untuk keenam kalinya di final dengan mengalahkan rival abadinya Juventus melalui drama adu penalti. Waktu itu di semifinal Real Madrid diapit 3 klub Italia, AC Milan, Juventus dan Inter Milan.

2002/2003

Keterpurukan AC Milan dimulai ketika mereka terlibat kasus Calciopoli (pengaturan skor dengan tujuan berjudi) di tahun 2006, untungnya AC Milan tidak sampai dihukun degradasi, mereka hanya dihukum mengawali kompetisi dengan pengurangan poin sebanyak 30 poin (seingat saya).

Tapi entah ada apa dengan klub favoritku ini (AC Milan), dalam 2 musim terakhir klub ini tidak mendapatkan gelar satu pun, terakhir mereka merasakan gelar pada musim 2006/2007 (setelah kasus Calciopoli), yaitu  gelar juara Liga Champions untuk yang ketujuh kalinya. Saat itu mereka membalas kekalahan dari Liverpool (di final juga) dengan skor kemenangan 2-1 (2 gol dicetak oleh Inzaghi). Setelah itu AC Milan benar-benar paceklik gelar😥.

Juara UCL 2006/2007

Apalagi pada musim ini 2009/2010, AC Milan telah kehilangan sang kreator serangan Ricardo Kaka, sampai terakhir saya menulis postingan ini AC Milan belum menambah satupun amunisi serangan. Sampai-sampai Ronaldinho pun dipaksakan untuk menggantikan peranan Kaka, Ronaldinho memang hebat, tapi itu dulu, kini Ronnie harus berusaha keras untuk mengembalikan kondisi (tubuh) idealnya, padahal dia sendiri juga harus berjuang untuk mengembalikan kepercayaan pelatih Dunga untuk masuk ke timnas Brasil lagi karena Piala Dunia sudah tinggal setahun lagi. Come on Ronnie.

Keadaan bertambah parah di laga pra musim, di ajang World Challenge yang berlangsung di Amerika Serikat, AC Milan hanya mampu bermain imbang sekali (melawan LA Galaxy), dan menerima 3 kali kekalahan (Club America, Inter Milan dan Chelsea). Di ajang Audi Cup juga sama, menerima dua kali kekalahan melawan Bayern Muenchen dan Boca Juniors, bahkan rumornya Andrea Pirlo akan mengikuti jejak Carlo Ancelotti untuk berlabuh di Stamford Bridge cry.

Rasanya menghadapi musim 2009/2010 benar-benar mengkhawatirkan dan memilih Leonardo untuk dijadikan pelatih menurut saya seperti melakukan perjudian, karena Leonardo sendiri belum pernah melatih sebelumnya, kalau di bidang pencari bakat atau direktur teknik mungkin masih terasa cocok untuknya. Ditambah sepertinya ketidakseriusan duo petinggi AC Milan, Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani untuk mendatangkan pemain baru (kelamaan tarik ulurnya :cry:). Apakah kejayaan AC Milan kini hanya tinggal kenangan saja. Tapi sebagai Milanisti sejati saya tetap bangga dan tetap membela klub favorit dalam suka maupun duka😀.

Tambahan, pelatih yang menurut saya mantab dan berdedikasi tinggi bersama AC Milan :

Pertama, Fabio Capello, prestasinya :

  • 5 gelar juara Liga Italia (1978/1979, 1991/1992, 1992/1993, 1993/1994, 1995/1996)
  • 1 gelar juara Liga Champions di tahun 1993/1994
  • 1 Piala Super Eropa di tahun 1994
  • 1 Piala Italia (1976/1977)

Yang kedua Carlo Ancelotti.

Info didapat dari acmilan.com

2 thoughts on “Milan oh Milan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s